• Desain ibukota baru di Kaltim. -PUPR-

Ibu Kota Pindah ke Kaltim, Saham Properti Jadi Makin Seksi

Ibu Kota Pindah ke Kaltim, Saham Properti Jadi Makin Seksi

Tue, 08/27/2019 - 20:33
Posted in:
0 comments

INDUSTRI properti menjadi salah satu industri yang paling diuntungkan dari rencana pemindahan ibu kota Indonesia ke Kalimantan Timur (Kaltim). Emiten-emiten properti saling berlomba untuk mendulang untung melalui ekspansi bisnis ke Kaltim.

Nyatanya, tak hanya pelaku bisnis properti yang sigap bergerak, tetapi juga investor di pasar modal Indonesia. Bak berharap kecipratan cuan, saham-saham emiten properti pun makin seksi untuk dikoleksi.

Hingga sesi I berakhir, saham-saham properti ikut meramaikan daftar saham top gainers, di mana saham PT PP Properti Tbk (Tbk) berada di urutan teratas dalam daftar tersebut. Selain PPRO, saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), dan Lippo Karawaci Tbk (LPKR) juga tak mau ketinggalan unjuk gigi sebagai saham dengan penguatan terbesar di siang ini.

PT PP Properti Tbk (PPRO)

Saham PPRO tercatat menguat hingga 18,63% ke level Rp121 per saham. Sepanjang siang ini, saham PPRO bergerak dalam jangkauan range mulai dari level terendah di Rp103 per saham hingga level tertinggi di Rp125 per saham.

Asal tahu saja, penguatan saham PPRO ini menyusul diumumkannya rencana ekspansi perusahaan ke Kaltim. Direktur Utama PPRO, Taufik Hidayat, mengungkapkan bahwa pihaknya akan menggarap proyek di atas lahan seluas 500 hektare di Kaltim.

Sejumlah 501,39 juta saham PPRO diperdagangkan dengan frekuensi 13.590 kali transaksi dan nilai transaksinya mencapai Rp59,57 miliar. Meski menguat, perdagangan saham PPRO diwarnai oleh aksi jual investor asing yang membukukan nilai sebesar Rp326,23 juta.

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)

Saham BSDE tercatat menguat 4,36% ke level Rp1.435 per saham pada jeda siang ini. Bergerak dalam jangkauan range dari Rp1.385 per saham hingga Rp1.440 per saham, aktivitas perdagangan saham BSDE pun didominasi oleh aksi jual dengan nilai akumulasi sebesar Rp1,67 miliar.

Sejauh ini, sudah 11,47 ada juta saham BSDE yang diperdagangkan dengan frekuensi 2.202 kali transaksi. Adapun nilai transaksi yang mampu dikantongi BSDE mencapai Rp16,33 miliar.

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN)

Saham propert berikutnya yang ikut menguat signifikan adalah APLN. Pada jeda siang ini, saham APLN ditutup naik 4,42% ke level Rp189 per saham. Jangkauan pergerakan saham APLN mulai dari level terendah di Rp184 per saham hingga level tertinggi di Rp202 per saham.

Sejumlah 41,54 juta saham telah diperdagangkan dengan frekuensi 2.055 kali transaksi dan membukukan nilai transaksi sebesar Rp7,96 miliar.

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)

Saham properti berikutnya yang menguat adalah LPKR dengan apresiasi sebesar 1,57% ke level Rp258 per saham pada akhir sesi I. Hingga sesi pertama usai, LPKR bergerak mulai dari level terendah di Rp252 per saham hingga level tertinggi di Rp258 per saham.

Perdagangan saham LPKR meliputi 27,87 juta saham dengan frekuensi 861 kali transaksi dan nilai transaksinya mencapai Rp7,10 miliar. Kendati begitu, perdagangan saham LPKR diwarnai oleh aksi jual bersih investor yang mencapai Rp836,83 juta.

Sehari setelah pengumuman, perusahaan properti raksasa PT Agung Podomoro Land Tbk bergerak cepat memasang iklan promosi Superblock Borneo Bay City di salah satu harian nasional.

Direktur Agung Podomoro Land Paul Christian Ariyanto mengakui perusahaan telah memasang iklan properti tersebut. "Iya kami memasang iklan properti Proyek Borneo Bay City. Properti tersebut berada di Kalimantan Timur," ujarnya ketika dihubungi Republika, Jakarta, Selasa (27/8).

Kendati demikian, proyek tersebut sudah lama diiklankan oleh perusahaan. Hal ini mengingat kawasan di Kalimantan Timur memiliki imbal hasil bisnis yang menjanjikan.

Menurut analis Panin Sekuritas, William Hartano, pengumuman lokasi pemindahan ibu kota ini akan menguntungkan sektor properti dan konstruksi.

"Akan ada banyak pembangunan di ibukota baru, dan karena status sebagai ibu kota maka harga tanah dan properti akan naik," katanya seperti dikutip kumparan, Selasa (27/8).

Ia mengatakan, salah satu emiten yang akan diuntungkan dari adanya pemindahan ibu kota tersebut adalah PT Ciputra Develepoment Tbk (CTRA). Emiten properti berkode saham CTRA tersebut telah memiliki land bank atau cadangan lahan di wilayah Kalimantan Timur, sehingga harga tanah berpotensi juga mengalami kenaikan.

Karena hal ini, ia menyarankan investor dapat melakukan aksi beli saham-saham properti dari sekarang. Selain itu, emiten konstruksi juga memperoleh manfaat dari rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur.

Hal senada juga diungkap oleh Analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Aji Gusta Utama. Dia menyatakan sejumlah saham-saham tersebut terkerek karena berbagai faktor.

“Misalnya, kalau Bumi Serpong Damai (BSDE), Ciputra Development (CTRA), dan PP Properti (PPRO) memiliki land bank di Kalimantan. WSBP, WIKA WTON memiliki pabrik di sana. JSMR mengelola tol Samarinda-Balikpapan. ASII juga memiliki pabrik di wilayah Kalimantan,” tuturnya.

[//WEOnline/kumparan/republika/CNBC/01]