• -IST-

Coworking Space yang Makin Menjamur di Jakarta

Coworking Space yang Makin Menjamur di Jakarta

Tue, 10/22/2019 - 22:12
Posted in:
0 comments

Konsultan properti mengeluarkan daftar lima besar atau Top 5 operater co-working space (ruang kerja bersama) yang mendominasi pasar perkantoran Jakarta.

Head of Research JLL James Taylor, ekspansi co-working space di Jakarta semakin eksponensial, dan turut mendorong kinerja okupansi perkantoran.

"Penyerapan perkantoran pada kuartal III-2019 mengalami peningkatan dibanding kuartal sebelumnya.

Kami mencatat sekitar 174.000 meter persegi ruang perkantoran terserap pada periode ini," tutur James, di Jakarta, Rabu (16/10/2019).

JLL mencatat, Co-Hive, WeWork, dan Gowork mendominasi pasar dengan penguasaan ruang sebesar 60 persen dari total pasokan 212.000 meter persegi di kawasan CBD Jakarta.

Terutama di Kuningan, Thamrin, Sudirman, dan Gatot Subroto.

Menariknya, perusahaan lokal masih "merajai" dengan komposisi 64 persen berbanding perusahaan asing 36 persen.

Berikut daftar Top 5:

CoHive

CoHive yang merupakan karya pengusaha Indonesia, mengokupasi sekitar 29 persen atau 61.480 meter persegi ruang di CBD Jakarta.

WeWork

Menyusul di posisi kedua adalah WeWork yang berbasis di Amerika Serikat dengan angka 19 persen atau 40.280 meter persegi.

Gowork

Gowork yang merupakan hasil merger dari dua co-working space, yaitu Rework dan GoWork. Mereka menguasai 12 persen ruang atau 25.440 meter persegi.

Regus

Di peringkat keempat terdapat Regus asal Belgia, yang mengokupasi ruang 8 persen atau 16.960 meter persegi.

Marquee

Coworking ini berbasis di Singapura dengan penguasaan ruang 5 persen seluas 10.600 meter persegi.

Lokasi mereka tersebar, tak hanya di gedung- gedung perkantoran dengan penguasaan 89 persen, juga di pusat perbelanjaan seluas 5 persen, rumah dan ruko masing-masing 3 persen.

Hingga Kuartal III-2019, jumlah operator co-working space pun terus tumbuh yakni 6 persen menjadi 53 operator.

Demikian halnya dengan ruang yang diperuntukkan bagi aktivitas kerja berbagi ini yang tercatat melonjak 24 persen.

"Ke depan, co-working space akan menunjukkan kurva meningkat, seiring perubahan pola bekerja," tambah James.

[//Kompas/IDEAonline/01]