Akses JLBB Picu Properti Surabaya Barat Bakal Booming
Pengembangan properti dan bisnis di Surabaya diprediksi mengarah ke barat. Sebab, dukungan infrastruktur menuju kawasan tersebut sudah bagus. Pengembang bakal membidik kawasan itu untuk pengembangan permukiman.
Selama ini pembangunan besar-besaran terjadi di wilayah Surabaya Timur. Banyak apartemen dan hotel yang berdiri. Pembangunan itu seiring selesainya proyek MERR II-C. Akses lalu lintas terbuka, baik menuju ke tengah kota maupun Bandara Internasional Juanda.
Kondisi serupa diperkirakan terjadi di Surabaya Barat. Saat ini pemkot merealisasikan proyek Jalan Luar Lingkar Barat (JLLB). Proyek tersebut dijadwalkan tuntas pada 2020. Akses lalu lintas menuju kawasan itu semakin terbuka.
Ketua DPD REI Jatim Danny Wahid menyatakan, infrastruktur merupakan bagian penting dalam pembangunan. JLLB menjadi salah satu infrastruktur yang ditunggu. Otomatis, pembangunan di sekitar wilayah tersebut mengikuti dengan sendirinya. ’’Ini sudah saling berkaitan,’’ ucapnya.
Dengan begitu, pembangunan di Surabaya bisa merata. Dulu, pembangunan berada di Surabaya tengah dan selatan. Lalu bergeser ke wilayah timur. Pemkot berupaya membuka jalan menuju ke kawasan barat.
Salah satunya dengan penggarapan box culvert Banyu Urip. Akses lalu lintas lebih lebar dan memudahkan masyarakat menuju ke kawasan barat. Saat ini proyek tersebut masih disempurnakan.
Danny mengapresiasi langkah pemerintah yang terus membuka infrastruktur ke pelosok. Kebijakan itu memberikan iklim positif bagi dunia usaha. Terutama bidang usaha properti. ’’Permukiman pasti tumbuh pesat setelah ada JLLB,’’ katanya.
Sebelum ada infrastruktur, Surabaya Barat lebih didominasi pergudangan. Salah satunya di wilayah Tandes. Di kawasan tersebut banyak ditemukan lahan kosong. Selain itu, akses menuju tol sangat dekat.
Seiring berjalannya waktu, properti muncul. Mulai mal hingga perumahan. Jumlahnya pun semakin banyak. JLLB akan semakin menggenjot tingkat pertumbuhan itu. ’’Banyak peluang bisnis baru yang bisa terwujud setelah infrastruktur tersebut ada,’’ ungkapnya.
Saat ini pemerintah membebaskan lahan untuk proyek JLLB. Setelah lahan siap, realisasi fisik segera dilangsungkan. Proyek tersebut ditargetkan tuntas pada 2020. JLLB akan membuka akses dari utara ke selatan. Termasuk akses dari Surabaya menuju ke Gresik. [//jawapos.com/01]